Lompat ke konten
Beranda ยป Awareness Brand Rendah? Jangan Langsung Jualan Dulu..

Awareness Brand Rendah? Jangan Langsung Jualan Dulu..

engagement brand rendah

Awareness brand rendah itu sering bikin panik. Baru buka akun bisnis, sudah rajin posting, tapi yang tahu cuma lingkaran kecil itu itu saja. Akhirnya reflekss yang di lakukan hampir selalu sama, langsung jualan lebih keras.

Padahal di fase ini, jualan justru sering jadi blunder. Bukan karena produknya jelek, tapi karena orang belum kenal dan belum peduli. Ibaratnya, belum kenalan tapi sudah nawarin.
Kalau brand-mu masih di tahap ini, ada baiknya berhenti sebentar dan lihat gambaran besarnya dulu.

Ciri Awareness Brand yang Masih Rendah

Biasanya, awareness brand rendah kelihatan dari pola sederhana. Konten di lihat, tapi jarang di lihat. Like ada, tapi sedikit. Komentar hampir nggak pernah muncul, kecuali dai teman sendiri.

Ciri lain, orang jarang nyebut brand kamu secara spontan. Nggak ada mention, nggak ada share, dan nggak ada obrolan lanjutan. Akun ada, tapi kehadirannya belum terasa.

Kalau kondisinya seperti ini, fokus utama sebenarnya bukan ke penjualan tapi pengenalan.

Kesalahan Umum Saat Awareness Brand Masih Rendah

Kesalahan paling sering adalah terlalu cepat jualan. Setiap posting isinya promo, diskon, ajakan beli. Dari sisi brand, niatnya masuk akal. Tapi dari sisi audiens, ini melelahkan.

Kesalahan lain, pesan brand nggak konsisten. Hari ini ngomong A, besok lompat ke B. Audiens jadi bingung, brand ini sebenarnya tentang apa. Akhirnya nggak ada yang benar-benar nempel di ingatan.

Di tahap awal, yang di butuhkan bukan hard selling, tapi cerita dan konteks.

Fokus yang Lebih Tepat untuk Menaikkan Awareness Brand

Di fase awareness, yang perlu di kejar itu di kenal dulu, bukan di beli dulu. Konten yang ringan, relatable, dan dekat sama masalah audiens biasanya lebih mudah di ingat.

Ceritakan proses, sudut pandang, atau masalah yang sering di alami target market. Bikin audiens merasa, “Oh, brand ini ngerti gue.” Dari situ, rasa familiar mulai tumbuh.

Begitu brand mulai di kenal dan di percaya, jualan justru jadi lebih mudah masuk tanpa terasa memaksa.

Peran Dorongan Awal dalam Membangun Awareness

Kadang masalahnya bukan di konten, tapi di jangkauan. Konten sudah oke, tapi nggak sempat kelihatan. Di kondisi ini, dorongan awal bisa jadi alat bantu yang masuk akal.

Dorongan awal bukan buat nipu, tapi buat bantu ketemu audiens yang tepat. Selama interaksinya relevan dan waktunya wajar, efeknya justru bisa mempercepat proses pengenalan brand.

Di tahap ini, platform seperti indobuzz.id sering di pakai untuk bantu menaikkan awareness brand secara terkontrol. Tujuannya jelas, bikin brand lebih terlihat, bukan sekadar terlihat rame.

Kesimpulan

Awareness brand rendah bukan tanda gagal. Itu cuma tanda brand masih di tahap awal perjalanan. Yang penting bukan seberapa cepat jualan, tapi seberapa kuat brand diingat.

Kalau fondasi pengenalan sudah kebangun, penjualan biasanya datang sebagai efek lanjutan. Jadi sebelum jualan lebih keras, pastikan dulu brand mu sudah di kenal.

Baca selengkapnya di sini.